Mimbar Gerakbudaya- APAKAH REFORMASI 98 MASIH RELEVAN?: SATU ANALISIS SOSIAL EKONOMI

Posted by Taufik Rosli 14/05/2019 0 Comment(s) Event,

Pada 5 September 1998, Gerakan Reformasi tercetus di Malaysia. Setahun sebelumnya, gerakan yang sama terletus di Indonesia yang menuntut Reformasi struktur politik-ekonomi dengan maksud menggantikan “3K” - Korupsi, Kronisme dan Nepotisme di sana.

 

 

Gerakan September Lima (SEPLI) meletup pada ketika Malaysia mulai dilanda gelombang idealogi ekonomi Neoliberalisme yang menginringi globalisasi. Tentunya, tempias tersebut terasa olehnya.

 

Liberalisme adalah idealogi yang hujung kanannya menghampiri konservatisme, sementara di hujung kirinya mendekati sosialisme. Dua puluh tahun berlalu setelah Reformasi menjadi cahaya api perjuangan sosial yang benderang, dimulakan oleh mereka dari M40, namun majoriti pendukungnya dari B40. Kini, situasinya bertukar ke status quo.

 

 

Perjalanan dua dekad atau ⅔ generasi manusia mewajarkan ertinya Reformasi itu diberikan huraian tuntas dan definisi persis. Para pencetus ‘Gerakan September Lima’ kini berusia lewat 50an hingga awal 70an. Sementara majoriti pendukungnya dua, tiga, empat puluhan tahun usia mereka.

 

 

Tentunya, pengalaman sosial mereka berbeza. Lalu timbul beberapa persoalan seperti;

 

1. Apakah gerakan 1998 itu masih relevan?
2. Jika relevan, apakah diperlukan orientasi semula?
3. Jika orientasi semula itu perlu, apakah diperlukan pedoman/petunjuk politik khusus untuk gerakan tersebut?

 


Mimbar Gerakbudaya
APAKAH REFORMASI 98 MASIH RELEVAN?: SATU ANALISIS SOSIAL EKONOMI

Tarikh: 23 Mei 2019
Masa: 8-10 Malam
Tempat: Gerakbudaya Petaling Jaya

 

Daftar di sini: bit.ly/MimbarGBReformasi98

Write a Comment