If you choose self-pickup, we will email you when your order is ready. We usually take 2 to 3 days to process your order. Thank you! ♥️

Bertahan Hidup di Pulau Buru by Mars Noersmono

Bertahan Hidup di Pulau Buru by Mars Noersmono

Mars Noersmono pada bulan Oktober 1965 dijemput Kodim Jakarta, ditahan di RTC Salemba selama hampir 5 tahun, lalu dipindah ke RTC Tangerang. Tahun 1971 dikirim ke Pulau Buru dengan Kapal Tokala bersama sekitar 1500 orang tapol lainnya. Tiba di Pulau Buru ditempatkan di Unit XIV Bantalareja di Way Bini. Jatuh korban akibat kelaparan, lalu lemah akibat terserang penyakit yang bertubi-tubi. Kondisi ini menghancurkan tubuh, menekan secara batin. Kondisi mental setiap tapol semakin bertambah gamang antara menghadapi kekerasan, kebohongan, ketidakpastian, dan penipuan. Keterbatasan tidak menjadi alasan untuk tidak berusaha. Bahkan dalam keterbatasan itulah segalanya menjadi catatan dalam tulisan ini yang telah berhasil mempertahankan nyawa dan kehidupan para tapol. Energi yang telah dicurahkan para tapol pengasingan Pulau Buru, bersama keringat dan darah yang terkucur membasahi tanah di sana, terkumpul menjadi kekuatan besar yang berdaya menggetarkan sirkulasi ekonomi, sosial budaya lokal, pemerintahan daerah, dan terbangunnya ibu kota kecamatan Namlea. Kota ini menggeliat bangun dan menjadi paling berpotensi di Maluku Tengah yang berkedudukan sebagai pendukung ibu kota provinsi, Ambon. Bertahan Hidup di Pulau Buru lengkap dengan 75 gambar sketsa dari penulisnya, Mars Noersmono. Inilah wajah kamp konsentrasi pembuangan tapol G30S Pulau Buru. Selamat Membaca dan Merdekalah...

Write a review

Note: HTML is not translated!
    Bad           Good
  • Brand: ULTIMUS
  • Product Code: 9786028331340
  • Availability: In Stock
  • RM33.00

Tags: CAHAYA MATA SANG PEWARIS : KISAH NYATA ANAK-CUCU KORBAN TRAGEDI '65, SAYA SEORANG REVOLUSIONER – MEMOAR REWANG